Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Cepat dan Mudah di rumah

 

 

Terkadang banyak sekali orangtua lupa mengenai proses belajar membaca, sampai akhirnya menyimpulkan untuk mulai mengajarkan sendiri anak-anak menyimak di rumah.

Mungkin bertentangan dengan apa yang dipercayai sebagian orangtua, belajar menyimak bukanlah proses ‘alami’ yang terjadi dengan sendirinya.

Belajar menyimak adalahhal perumahan yang membutuhkan teknik pengajaran yang tepat dari sekian banyak keterampilan dan strategi, laksana mengajarkan fonik untuk memahami hubungan antara huruf dan suara dan kesadaran fonemis.

Kabar baiknya Ma, meskipun belajar menyimak adalahproses yang kompleks, langkah-langkah yang dipungut untuk membangun kemampuan ini lumayan sederhana dan mudah.

1. Memahami setiap kemampuan inti sebagai komponen urgen dalam mengajarkan anak Gerakan Membaca

Cara mengajarkan anak menyimak yang gampang dan cepat guna awalnya, Mama butuh memerhatikan ini.

Penting untuk dikenang bahwa belajar menyimak melibatkan sekian banyak keterampilan yang berbeda. Ada lima komponen urgen dalam belajar membaca. Ini ialah keterampilan yang diperlukan semua anak untuk sukses belajar membaca, yaitu:

Kesadaran fonemik: keterampilan untuk mendengar dan memanipulasi suara yang bertolak belakang dalam kata-kata
Fonetik: mengenali hubungan antara huruf dan suara yang dihasilkannya
Kosakata: mengetahui makna kata-kata, pengertian mereka, dan konteksnya
Pemahaman membaca: mengetahui makna teks, baik dalam kitab cerita dan kitab informasi
Kefasihan: keterampilan membaca dengan keras dengan kecepatan, definisi dan akurasi

2. Menggunakan lagu anak-anak atau sajak bertemakan anak untuk membina kesadaran fonemis

Lagu-lagu anak-anak dan sajak anak-anak tidak melulu menyenangkan, tetapi sajak dan ritme dapat menolong anak-anak guna mendengar suara dan suku kata dalam kata-kata, yang menolong mereka belajar membaca.

Cara yang baik untuk membina kesadaran fonemik yang adalahsalah satu kemampuan terpenting dalam belajar membaca ialah dengan bertepuk tangan bareng dan mengeja lagu secara serempak.

Aktivitas bermain dan membina ikatan dengan Mama ialah cara yang menyenangkan untuk anak-anak guna secara implisit mengembangkan kemampuan membaca yang akan menata mereka guna dapat membaca.

3. Buat kartu kata simpel di lokasi tinggal dan ajak anak guna memilih serta menyimak kata di kartu

Gunting kartu simpel dan tulis kata yang mengandung tiga suara di masing-masing kartu laksana ‘pot’, ‘rak’, ‘tas’, ‘van’ dan lainnya. Undang anak guna memilih kartu, kemudian baca kata itu bareng dan angkat tiga jari guna menghitung keberhasilan mereka.

Kemudian mohon mereka untuk menuliskan suara kesatu yang mereka dengar dalam kata, lantas yang kedua, dan yang ketiga. Kegiatan simpel ini melulu memerlukan tidak banyak waktu persiapan guna membangun kemampuan fonik dan mendengungkan kata-kata.

Jika anak baru mengawali dengan mempelajari huruf-huruf alfabet, fokuslah pada bunyi masing-masing huruf lebih dari sekadar nama huruf.

4. Melibatkan anak pada lingkungan yang memiliki tidak sedikit media cetak di lokasi tinggal seperti poster, buku, label

Ciptakan waktu masing-masing harinya guna membangun kemampuan membaca anak dengan membuat lingkungan yang mempunyai media cetak di rumah. Misalnya menciptakan anak melihat ucapan-ucapan yang dicetak pada poster, grafik, buku, label, dan lain-lain.

Memungkinkan anak-anak untuk menyaksikan dan merealisasikan koneksi antara suara dan simbol huruf. Saat family sedang mengerjakan perjalanan liburan, tunjukkan poster, papan iklan, dan tanda-tanda. Pada saatnya nanti dapat menciptakan anak terlatih untuk menerbitkan suara huruf untuk menciptakan kata.

5. Lakukan permainan kata masing-masing berada di lokasi tinggal atau di perjalanan untuk mengubah pemikiran anak

Meningkatkan strategi dari tahapan sebelumnya, perkenalkan permainan kata simpel secara teratur. Fokus pada bermain permainan yang mendorong anak guna mendengarkan, mengidentifikasi, dan memanipulasi suara dengan kata-kata.

Misalnya, mulailah dengan mengemukakan pertanyaan seperti, “Apa bunyi huruf itu?”, “Suara apa yang diseKursusaikan dengan huruf itu?”, dan “Kata-kata apa yang dibuka dengan suara itu?”. Lakukan pekerjaan ini sejumlah kali dalam sehari supaya dapat mengubah pemikiran anak guna mulai membaca.

6. Mengajak anak guna bermain magnet huruf di papan atau kulkas dan sisihkan huruf vokalnya ke satu sisi

Suara vokal tengah dapat menjadi latihan sulit untuk sejumlah anak, itulah sebabnya pekerjaan ini dapat sangat membantu. Siapkan magnet huruf di papan atau lemari es dan sisihkan huruf vokal a, e, i, o, u ke satu sisi.

Ucapkan kata konsonan-vokal-konsonan, contohnya ‘kucing’.

Kemudian mohon anak guna mengejanya memakai magnet. Untuk menolong mereka, Mama dapat menyampaikan setiap suara vokal dengan keras seraya menunjuk hurufnya, dan lantas tanyakan pada anak suara mana yang serupa dengan suara tengah pada kata tersebut.

 

Leave a Comment